Cerpen: Runi dan Kawan-Kawan di Desa Vorre
![]() |
| Ilustrasi Cerita (Sumber: Nano Banana Pro) |
Suara ayam mulai terdengar dari luar jendela. Sinar matahari mulai terpancar, merambat, menembus jendela kamarku. Sinarnya mengenai wajahku, mataku membuka.
“Silau sekali. Sepertinya, aku tidak bisa melihat selain cahaya. Ahh, sudahlah. Waktunya membereskan kamar.”
Sontak, aku memebereskan kamarku, dimulai dari membereskan tempat tidur, meja belajar, dan meja rias.
“Ini hari minggu, aku mau bermain ahh.” Ucapku sambal memegang handuk. “Mandi dulu deh.” Ucapku sambil melangkah menuju kamar mandi.
Aku Runi, seorang anak kecil, yang sangat suka bermain dan menjelajah. Aku suka berpetualang dengan hewan ajaibku yang bernama Poppy. Aku juga suka bermain dengan anak-anak lain yang ada di desa. Aku, juga suka menolong para warga yang membutuhkan bantuan.
Aku akan bergegas membantu, aku akan menyuruh Poppy agar berubah menjadi burung atau helikopter, dengan tujuan, agar kami bisa cepat sampai ketempat orang yang membutuhkan bantuan. Aku tak hanya bersama dengan Poppy, tapi aku Bersama anak-anak lain. Namanya Lula, Tutu, Ruru, dan Cici. Kami berteman baik, dan saling tolong-menolong.
Pada suatu hari, desa kami, yaitu desa Vorre, kedatangan seorang penduduk baru. Aku dan teman-teman sangat gembira, karena, akan memiliki teman baru. Kami bergegas menuju rumah penduduk baru itu. Dengan bersemangat, kami bertanya kepada penduduk baru itu.
“Halo, kami penduduk desa Vorre, salam kenal, semoga, kita bisa menjadi tetangga yang akrab dan saling tolong menolong,” ucap kami.
“Salam kenal, kami pindahan dari desa sebelah. Saya bapak Bobby, ini istri saya, ibu Bibi, dan ini anak saya, Juju. Sepertinya, kalian seumuran dengan Juju, saya harap, kalian bisa berteman baik,” ucap bapak Bobby.
Kami tersenyum, lalu membantu membereskan barang-barang yang masih ada di luar rumah. Dengan bantuan Poppy, kami dapat menyelesaikan pekerjaan itu dengan cepat.
“Terima kasih semuanya, oh iya, kami belum tau nama kalian. Bisakah kalian memperkenalkan diri?” ucap bapak Bobby.
“Oh iya, kami lupa. Perkenalkan aku Runi, ini Lula, ini Tutu, ini Ruru, ini Cici, dan ini adalah hewan ajaibku, namanya Poppy,” jawabku.
“Nama kalian lucu-lucu ya. Semoga kalian bisa berteman baik dengan Juju ya,” ucap pak Bobby. “siap pak,” ucap kami bersamaan.
Keesokan harinya, kami mengajak Juju untuk bermain bersama.
“Juju, ayo bermain masak-masakan di taman!” Teriak kami di depan rumah Juju.
Juju keluar. Namun, Juju tampak malu-malu. Ia sembunyi dibalik pintu.
“Aku malu dengan penduduk sekitar, aku belum terbiasa. Aku takut dijahili,” jawab Juju malu-malu.
“Tenang aja Juju, ada kami, lagipula, penduduk di Desa Vorre baik hati, mereka tidak suka mengejek, main tangan, atau menakut-nakuti. Kami lebih suka tolong-menolong satu sama lain, kami tidak suka ada keributan, walaupun hanya keributan kecil. Jadi jangan takut, penduduk di sini baik kok Ju. Lagipula kan ada kami, kamu bisa jadi teman baik kami kok. Kamu jangan takut lagi ya,” ucapku kepada Juju.
“Akan aku pikir-pikir lagi deh. Aku masih belum terbiasa,” ucap Juju.
“Lebih baik kita bermain dulu, agar kita bisa lebih dekat satu sama lain,” jawabku.
“Oke deh, aku ikut!” Ucap Juju.
“Tapi aku belum tau lingkungan desa ini, apakah kalian mau mengantarku berkeliling desa?” lanjutnya.
“Kami akan mengatarmu berkeliling desa, lalu pergi ke taman,” jawabku.
Aku dan teman-teman pun berkeliling desa untuk menemani Juju. Setelah berkeliling desa, akhirnya kami bermain asak-masakan di taman. Setelah kejadian ini, kami sering bermain bersama Juju, dan pada akhirnya, Juju sudah terbiasa bermain dengan kami. Juju, akhirnya menjadi anak yang bisa berbaur dengan masyarakat lain.
Cerpen ini adalah karya dari Karunia Mega Puspita

Posting Komentar untuk " Cerpen: Runi dan Kawan-Kawan di Desa Vorre"