Resensi: Asean dalam Genggaman Generasi Muda: Menyemai Kesadaran Regional Lewat Pendidikan Menengah

Identitas Buku

Judul                            

: Buku Bahan Pengajaran ASEAN bagi Pendidikan Menengah

Penulis

: Tim Penyusun Kementerian Luar Negeri RI & Kemendikbud Ristek RI

Penerbit

: Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbudristek RI

Tahun Terbit

: 2021

ISBN

: 978-623-92944-1-0

Jumlah Halaman

: 176 halaman



Pendahuluan

Di tengah era globalisasi yang menuntut keterhubungan antarnegara, penting bagi generasi muda Indonesia untuk memahami kawasan tempat mereka berada: Asia Tenggara. Buku Bahan Pengajaran ASEAN bagi Pendidikan Menengah hadir sebagai upaya strategis dalam membumikan pengetahuan tentang ASEAN secara sistematis dan menarik bagi siswa SMA.

Bukan hanya sebagai bacaan informatif, buku ini juga menjadi alat diplomasi lunak (soft diplomacy) yang menjembatani kesadaran kolektif kawasan melalui jalur pendidikan. Tidak hanya menyajikan fakta-fakta tentang ASEAN, buku ini juga menanamkan nilai-nilai persatuan, keberagaman, dan kerja sama di antara negara-negara Asia Tenggara.

Sinopsis

Buku ini menyajikan lima ruang lingkup utama: sejarah ASEAN, arah dan tujuan organisasi, profil negara anggota, masyarakat ASEAN, serta hubungan kerja sama dengan negara dan organisasi internasional. Disusun secara tematik dan interaktif, buku ini memuat juga lembar aktivitas siswa, ide kegiatan kokurikuler, serta integrasi dalam kurikulum 2013. Disisipkan pula nilai-nilai penting seperti keberagaman, keadilan, dan keberlanjutan yang bertujuan menanamkan karakter warga ASEAN sejak dini.

Buku ini disusun berdasarkan ASEAN Curriculum Sourcebook dan ditujukan sebagai panduan guru serta bahan ajar siswa jenjang SMA. Isi buku mencakup sejarah dan perkembangan ASEAN, visi dan tujuan pembentukannya, profil tiap negara anggota, hingga model kerja sama yang dijalin ASEAN dalam tiga pilar utama: politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya. Disediakan pula panduan integrasi kurikulum, tugas kokurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, serta lembar aktivitas siswa yang membuat pembelajaran bersifat interaktif dan kontekstual.

Analisis

Secara struktur, buku ini menampilkan pendekatan holistik dan lintas disiplin. Ia tidak hanya memaparkan data faktual dan sejarah, tetapi juga mengaitkannya dengan konteks global-lokal dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Kelima tema utama – dari mengenal ASEAN hingga membangun masa depan berkelanjutan – dijabarkan dengan landasan konseptual yang kuat. Konten visual yang menarik dan penggunaan bahasa yang mudah dipahami menjadikannya ramah pelajar. Penekanan pada pendidikan karakter dan literasi kawasan menunjukkan adanya orientasi jangka panjang dalam membentuk generasi ASEAN yang partisipatif.

Kekuatan buku ini terletak pada struktur penyajian yang sistematis dan narasi yang mudah dipahami oleh pelajar. Lima tema utama-mengenal ASEAN, menghargai keberagaman, mengaitkan isu global dan lokal, mendorong keadilan, dan keberlanjutan menunjukkan bahwa buku ini tidak semata-mata bersifat informatif, tetapi juga edukatif dalam membentuk sikap. Penyusunan materi yang disesuaikan dengan kurikulum nasional (Kurikulum 2013) menjadikannya selaras dengan arah pendidikan Indonesia.

Kelebihan lainnya, buku ini menggunakan pendekatan people-centered and people-oriented, mencerminkan prinsip dasar ASEAN yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari integrasi kawasan. Penekanan pada diplomasi lunak melalui pendidikan dan budaya mencerminkan strategi jangka panjang yang halus namun berdampak besar.

Namun demikian, secara visual, buku ini masih terkesan formal dan kurang atraktif bagi siswa generasi digital. Visualisasi grafis, infografik, maupun pemanfaatan teknologi interaktif belum banyak dimaksimalkan. Selain itu buku ini masih berpotensi dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan menyertakan studi kasus dari pengalaman konkret antarnegara anggota ASEAN, atau pelibatan lebih aktif siswa dalam aktivitas digital lintas negara.


Evaluasi

Kehadiran buku ini sangat relevan di tengah minimnya pemahaman publik, khususnya pelajar, mengenai peran ASEAN dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini berhasil menjawab kebutuhan tersebut dengan pendekatan edukatif yang inklusif dan strategis. Dengan adanya kontribusi dari dua kementerian besar, buku ini menunjukkan sinergi positif dalam upaya literasi regional. Dari sisi pedagogis, ia layak diapresiasi karena menyentuh ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Meski demikian, efektivitas penggunaannya sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengimplementasikannya di kelas.

Namun, tantangan terletak pada penerapannya di lapangan. Diperlukan pelatihan bagi guru agar tidak hanya mengandalkan transfer pengetahuan, tetapi juga menghidupkan semangat integrasi kawasan melalui metode pembelajaran kreatif.

Penutup / Kesimpulan

Buku Bahan Pengajaran ASEAN bagi Pendidikan Menengah bukan sekadar materi ajar, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun identitas regional yang kuat sejak bangku sekolah. Ia menjawab kebutuhan zaman dengan pendekatan yang aplikatif dan reflektif. Dengan buku ini, ASEAN bukan lagi sekadar nama di peta politik, tetapi menjadi bagian dari kesadaran kolektif generasi muda Indonesia. Buku ini layak dijadikan acuan utama dalam pendidikan kewargaan abad ke-21.


Tulisan ini adalah karya dari Fatih Faiz Pratama

Posting Komentar untuk "Resensi: Asean dalam Genggaman Generasi Muda: Menyemai Kesadaran Regional Lewat Pendidikan Menengah"